Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No:
masukkan no. yang dikehendaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi -(catatan kaki lihat versi Cetak)

175. Selestinus III (1191-1198)

Selestinus lahir di Roma dari keluarga Romawi dengan nama Giacinto Bobone yang kemudian memanggilnya Orsini. Ia terpli menajadi paus pada 14 April 1191. Segera setelah terpilih menjadi paus pada usia 85 tahun, ia memahkotai Henri VI sebagai raja menggantikan Frederikus Barbarossa yang telah meninggal pada saat Perang Salib III.

Paus ini memenuhi janji yang telah dibuat oleh pendahulunya, yaitu Paus Klemens III. Henri seorang yang kejam dan suka mendominasi sehingga ia dijuluki “Cyclops”. Ia menduduki seluruh Italia tanpa menaruh hormat kepada siapapun. Dia merenggut Apulia dan Sisilia dari orang-orang Normandia yaitu para pengikut paus, yang melakukan kesalahan terhadap orang yang telah melindungi dan memahkotainya. Nyatanya Henri mencoba merebut dukungan Paus Selestinus dengan berjanji bahwa ia kan berperang melawan orang-orang tak beriman. Namun intuisi paus justru diteguhkan, bukan hanya karena ia mengenal Henri tetapi juga karena penduduk Italia Selatan. Raja telah mengakibatkan Negara Kepausan praktisnya terkurung. Selestinus membiarkan Henri melakukan apa yang diinginkannya tanpa campur tangan. Tiba-tiba Henri wafat pada usia 32 tahun dan seluruh kerajaan diserahkan pada puteranya yang masih muda yakni Frederikus II di bawah perwalian ibunya Konstansia. Frederikus dimahkotai sebagai raja Sisilia. Ketika menetap di sebuah pulau, ia ingin membuat terkenal sebagai pusat kesenian dan kebudayaan. Selestinus member perhatian aka upaya perdamaian antara Negara-negara kelautan seperti Pisa dan Genoa yang sesungguhnya tanpa hasil. Dari beberapa aspek disipliner terbentuk hidup Monastisisme dan diteguhkan kembali ketidakterceraikannya sebuah perkawinan. Pada usia ke 92, ia mempertimbangkan pengunduran dirinya demi Giovanni Colonna. Ia wafat pada 8 Januari 1198 dan dimakamkan di Basilika St. Yohanes Lateran.